ALAM TARO KAIFA FA ALA ROBBUKA BI ASH HAA BIL FIIL
..... Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?
ALAM YAJ AL KAIDAHUM FII TADH LIIL
..... Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kakbah) itu sia-sia?
WA ARSALA ALAIHIM THOIRON ABAABIIIL
.....Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong
TARMIIHIMM BIHIJAA ROTIMM MINN SIJ JIIIL
..... yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar
FAJA ALAHUM KA ASHFIMM MA'QUUUL
.....lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)
_______________________________________________________________________
1) Ya Allah ! sudah hamba baca berulang-ulang ayat ini, yang hamba dapat adalah Engkau memberitahu kami betapa besarnya kekuatanMu. Hanya dengan mendatangkan batu-batu kecil bisa menghancurkan gajah yang besar. Apalagi Gajah bersama tentara yang menungganginya dan jenderal yang menggerakkannya. Kehebatan mereka, jangankan dibandingkan dengan "kibasan TanganMU', dengan batu-batu kecil saja mereka kalah.
2) Beberapa penjelasan ulama yang hamba baca dalam beberapa buku tafsir, ayat ini berkaitan pula dengan surat QURAISY. ayat ini peringatan bag Penduduk Makkah, bahwa nikmat Engkau untuk mereka yang berupa KAKBAH, yang dengan adanya Kakbah itu mereka dapat menjadi Bangsa yang Terhormat dan dengan Kakbah itu mereka dapat memanfaatkannya untuk income, Nikmat tersebut semakin nampak nyata saat ada yang mau menghancurkan Kakbah, Engkau membantu mereka mempertahankan keberadaan Kakbah itu. Maka sudah sepantasnya Engkau meminta mereka untuk MENYEMBAH ENGKAU/ SHOLAT.
3) Ya Allah ! hamba jadi tersadar bahwa Engkau sudah memberikan hamba sumber "makan" hamba yang berupa pekerjaan. Dengan pekerjaan ini hamba bisa makan dan bahkan hamba "bisa tenang" karena minimal esok hamba tidak kebingungan dalam menapak hidup ini. Ya Allah ! melihat perjalanan hidup hamba dengan pekerjaan hamba, hamba akui banyak kejadian yang menurut hamba Engkau banyak menolong hamba sehingga dapat tetap berada dalam pekerjaan hamba ini. Kalau Engkau tidak menolong hamba, tentu hamba tidak mungkin menetap dalam pekerjaan ini. Terima kasih Ya Allah. Hamba akan selalu berusaha memenuhi perintahMu terutama sholat dan shodaqoh agar pekerjaan yang hamba tekuni saat ini mampu membantu hamba dalam menapak hidup ini.
4) Ya Allah ! Penduduk Makkah, engkau bekali dengan Kakbah, harus mereka syukuri. Dengan Kakbah itu mereka mendapatkan "bekal" untuk hidup mereka. Hamba, dalam kehidupan hamba Engkau telah bekali dengan pekerjaan. Ya Allah ! bantu hamba untuk bisa mempertahankan apa yang telah Engkau amanahkan pada hamba. Beri hamba tambahan kekuatan agar hamba bisa menjalankan dan memahami perintah-perintahMU
Sumber: Study Tafsir Ustadz Muhammad Sholahuddin
Kamis, 29 Agustus 2013
SURAT AL FALAQ
a. Surat al Falaq ini dimulai dengan firman Alllah yang menyuruh kita untuk
mengucapkan sesuatu (suatu ucapan), dengan firmanNYA : QUL (ucapkanlah,
katakanlah).
Jika kita berhenti sejenak di kata "qul" ini (sebagaimana surat An Naas), maka
akan muncul banyak ungkapan kita berkenaaan dengan hal ini :
1). Ya Allah ! Engkau menyuruhku untuk mengucapkan sesuatu, aku yakin ucapan
yang Engkau tuntun aku untuk mengucapkannya pasti baik dan bermanfaat
untuk kehidupanku.
2). Ya Allah ! bantu aku untuk memahami apa yang Engkau perintahkan kepadaku
untuk mengucapkannya. Mudah-mudahan aku siap untuk memenuhi apa yang
Engkau perintahkan itu.
b. A'uudzu birob bil Falaq / aku berlindung kepada Robbul Falaq. (Ya Allah, Engkau
memintaku agar aku berlindung kepadaMu dengan menyebut zatMu sebagai
ROBBUL FALAQ. Ya Allah ! aku ingin sekali memahami mengapa Engkau
menyuruhku untuk berlindung kepadaMu sebagai ROBUL FALAQ. Bantu aku untuk
memahaminya agar aku mampu berlindung secara sempurna kepadaMu
c. AL FALAQ (dalam terjemahan Al Quran standar, AL FALAQ berarti "waktu subuh", dalam kamus bahasa Arab, AL FALAQ berarti "Makhluk"/ "Yang diciptakan".
d. Kata Al FALAQ jika dihubungkan dengan ayat berikutnya (ayat 2) yang berbunyi (Allah meminta kita berlindung) "... dari kejahatan apa yang Dia Ciptakan". (Kita lebih bisa memahami dengan perkataan "AKU BERLINDUNG KEPADA TUHANNYA MAKHLUK DARI KEJAHATAN APA YANG DIA CIPTAKAN/MAKHLUKNYA", dari pada kita berkata "AKU BERLINDUNG KEPADA TUHANNYA WAKTU SUBUH DARI KEJAHATAN APA YANG DIA CIPTAKAN/MAKHLUKNYA".
Setelah Allah mengajak kita merenung bahwa semua makhluk/ciptaan Allah punya potensi untuk membuat kita susah dalam kehidupan ini. Maka Mari kita berterima kasih kepada Allah yang mengingatkan kita tentang bahaya mahlukNYA. Ya Allah Aku berterima kasih kepadaMu yang telah mengingatkanku tentang tentang bahaya apapun yang Kau ciptakan. AUUU ZU BIL FALAQ, MIN SYARRI MAA KHOLAQ (aku minta perlindungan kepada Tuhannya makhluk dari dampak buruk yang muncul dari makhlukNYA atau ALLAAHUMMA ANTA ROBBUL FALAQ (Ya Allah Engkaulah Tuhannya seluruh makhluk) AUU ZUBIKA MINSY SYARRI MAA KHOLAQTA (aku berlindunga kepadaMu dari dampak negatif yang muncul akibat ulah makhlukMu)
- Wa minsy syarri....................... ghooosiqin izaaa waqoba
(dari dampak negatip malam apabila telah gelap)
- Wa minsy syarri....................... an naffaatsaati fil uqod
(dan dari dampak negatip para dukun yang berulah dengan talinya)
- Wa minsy syarri....................... haasidin izaaa hasad
(dan dari dampak negatip penghasut yang melakukan aktifitas penghasutannya)
Ya Allah ! betapa luar biasa Engkau memberitahu kami dengan banyak pengetahuan di ayat ini. Kami harus waspada terhadap semua makhlukmu dan selalu minta perlindungan kepadaMu dari dampak negatip yang muncul akibat ulah mereka.
Pada ayat berikutnya ini engkau meminta kami memperhatikan penjelasanMU, bahwa diantara seluruh makhlukMu, ada 3 (tiga) makhluk yang harus kami waspadai dengan sungguh sungguh. Engkau memerintahkan kami untuk benar benar berlindung kepadaMU dari ketiganya :
1) Malam apabila telah gelap
2) Dukun jika melakukan aktifitasnya
3) Penghasut apabila beraksi dengan hasutannya
Insya Allah dengan kekuatanMU aku akan berusaha, selalu berlindung kepadaMu tiap mau tidur (saat mau istirahat) dan saat bangun dari tidur (saat mulai aktifitas)
Ya Allah ! Engkau lah Tuhannya makhluk, lindungilah kami dari dampak negatif yang muncul dari semua yang Kau ciptakan. Terutama, lindungilah kami dari dampak negatifnya Malam apabila telah Gelap, lindungi kami pula dari dampak negatifnya Dukun-dukun yang melakukan aktifitas mereka dan lindungi kami juga dari dampak negatifnya Penghasut apabila meraka melakukan penghasutan.
Ya Allah ! Subhaanaka, Maa Suci Engkau, Antal 'Aliim, Engkaulah yang Paling Pandai di alam ini.
Terima kasih Ya Allah engkau berikan surat Al Falaq ini pada kami. Engkau telah peringatkan kami akan potensi negatif yang muncul dari keberadaan MAkhluk-makhlukMu disamping sisi positip mereka.
Ya Allah ! Aku sadari mengapa Engkau memintaku :
1) Berlindung kepadaMU dari dampak negatip malam apabila telah gelap.
a. Benar ya Allah, sekuat-kuatnya kami menjaga diri dengan datangnya malam, mata kami tidak akan maksimal melihat walaupun banyak lampu yang menerangi, mata kami terbatas jangkauannya di waktu malam
b. Mata kami juga tidak akan kuat selamanya menahan rasa kantuk. Sehingga walaupun kami siap untuk menjaga diri dan harta kami, tetap saja kami harus istirahat dengan datangnya malam. Kami sadari bahwa datangnya malam akan membawa banyak kemungkinan datangnya berbagai penyakit dan mara bahaya yang lain (pencuri, binatang buas dll). Benar Engkau Ya Allah, setiap datangnya malam kami membutuhkan Engkau untuk melindungi kami.
Ya Allah ! aku sadari mengapa Engkau memintaku :
2) berlindung kepadaMu dari dampak negatif Dukun yang beraksi. Aku paham seorang penyihir yang melakukan aktifitasnya untuk menyihir kami tidak akan kami ketahui siapa penyihir itu dari arah mana mereka melakukan sihir itu. Ya Allah ! terima kasih Engkau beritahukan kami betapa lemahnya kami. Lindungi kami ya Allah dari penyihir-penyihir di sekeliling kami yang akan menyebabkan kami jauh dari MU (baik itu dukun, Televisi, media apapun dll)
Ya Allah ! Aku sadari mengapa Engkau juga memintaku :
3) Berlindung kepadaMU dari dampak negatif penghasut yang beraksi dengan hasutannya (Minsy Syarri Haasidin izaa hasad) sama seperti penyihir, penghasut juga sulit untuk dideteksi peronilnya dan kapan melakukan aktivitasnya.
Terima kasih ya Allah, Engkau memberitahu kami tentang hal yang "super bahaya di sekitar kami". Malam, dukun dan penghasut. Jagalah kami selamanya ya Allah dari dampak negatif yang muncul dari ketiganya. (Ya Allah Engkaulah Tuhannya makhluk, Lindungilah kami dari dampak negatif yang muncul akibat ulah makhlukMu, terutama lindungi kami dari dampak negatif
a) malam apabila telah gelap
b) tukang sihir bila melakukan aktifitasnya
c) penghasut apabila melakukan aksinya
Surat Al FALAQ dan AN NAAS :
1. Surat al Falaq, kita meminta perlindungan kepada 1 (satu) nama/sifat Tuhan (ROBBUL FALAQ) untuk meghadapi 3 (tiga) bahaya kehidupan (Malam, penyihir dan penghasut).
2. Surat An Naas, kita meminta perlindungan kepada 3 (tiga) nama/sifat Tuhan (ROBBUN NAAS, MALIKUN NAAS dan ILAAHUNNAAS) untuk menghadapi 1 (satu) bahaya kehidupan (AL WAS WAAS - AL KHONNAAS)
apa maknanya? silakan direnungkan dan sampaikan kepada Allah dan mari kita ajak dialog Allah, mengapa Allah menurunkan kepada kita dua surat itu mudah-mudahan masing-masing kita mendapatkan ilham secara pribadi dari Allah unyuk dapat kita diskusikan bersama-sama.
Sumber: Study Tafsir Ustadz Muhammad Sholahuddin
mengucapkan sesuatu (suatu ucapan), dengan firmanNYA : QUL (ucapkanlah,
katakanlah).
Jika kita berhenti sejenak di kata "qul" ini (sebagaimana surat An Naas), maka
akan muncul banyak ungkapan kita berkenaaan dengan hal ini :
1). Ya Allah ! Engkau menyuruhku untuk mengucapkan sesuatu, aku yakin ucapan
yang Engkau tuntun aku untuk mengucapkannya pasti baik dan bermanfaat
untuk kehidupanku.
2). Ya Allah ! bantu aku untuk memahami apa yang Engkau perintahkan kepadaku
untuk mengucapkannya. Mudah-mudahan aku siap untuk memenuhi apa yang
Engkau perintahkan itu.
b. A'uudzu birob bil Falaq / aku berlindung kepada Robbul Falaq. (Ya Allah, Engkau
memintaku agar aku berlindung kepadaMu dengan menyebut zatMu sebagai
ROBBUL FALAQ. Ya Allah ! aku ingin sekali memahami mengapa Engkau
menyuruhku untuk berlindung kepadaMu sebagai ROBUL FALAQ. Bantu aku untuk
memahaminya agar aku mampu berlindung secara sempurna kepadaMu
c. AL FALAQ (dalam terjemahan Al Quran standar, AL FALAQ berarti "waktu subuh", dalam kamus bahasa Arab, AL FALAQ berarti "Makhluk"/ "Yang diciptakan".
d. Kata Al FALAQ jika dihubungkan dengan ayat berikutnya (ayat 2) yang berbunyi (Allah meminta kita berlindung) "... dari kejahatan apa yang Dia Ciptakan". (Kita lebih bisa memahami dengan perkataan "AKU BERLINDUNG KEPADA TUHANNYA MAKHLUK DARI KEJAHATAN APA YANG DIA CIPTAKAN/MAKHLUKNYA", dari pada kita berkata "AKU BERLINDUNG KEPADA TUHANNYA WAKTU SUBUH DARI KEJAHATAN APA YANG DIA CIPTAKAN/MAKHLUKNYA".
Setelah Allah mengajak kita merenung bahwa semua makhluk/ciptaan Allah punya potensi untuk membuat kita susah dalam kehidupan ini. Maka Mari kita berterima kasih kepada Allah yang mengingatkan kita tentang bahaya mahlukNYA. Ya Allah Aku berterima kasih kepadaMu yang telah mengingatkanku tentang tentang bahaya apapun yang Kau ciptakan. AUUU ZU BIL FALAQ, MIN SYARRI MAA KHOLAQ (aku minta perlindungan kepada Tuhannya makhluk dari dampak buruk yang muncul dari makhlukNYA atau ALLAAHUMMA ANTA ROBBUL FALAQ (Ya Allah Engkaulah Tuhannya seluruh makhluk) AUU ZUBIKA MINSY SYARRI MAA KHOLAQTA (aku berlindunga kepadaMu dari dampak negatif yang muncul akibat ulah makhlukMu)
- Wa minsy syarri....................... ghooosiqin izaaa waqoba
(dari dampak negatip malam apabila telah gelap)
- Wa minsy syarri....................... an naffaatsaati fil uqod
(dan dari dampak negatip para dukun yang berulah dengan talinya)
- Wa minsy syarri....................... haasidin izaaa hasad
(dan dari dampak negatip penghasut yang melakukan aktifitas penghasutannya)
Ya Allah ! betapa luar biasa Engkau memberitahu kami dengan banyak pengetahuan di ayat ini. Kami harus waspada terhadap semua makhlukmu dan selalu minta perlindungan kepadaMu dari dampak negatip yang muncul akibat ulah mereka.
Pada ayat berikutnya ini engkau meminta kami memperhatikan penjelasanMU, bahwa diantara seluruh makhlukMu, ada 3 (tiga) makhluk yang harus kami waspadai dengan sungguh sungguh. Engkau memerintahkan kami untuk benar benar berlindung kepadaMU dari ketiganya :
1) Malam apabila telah gelap
2) Dukun jika melakukan aktifitasnya
3) Penghasut apabila beraksi dengan hasutannya
Insya Allah dengan kekuatanMU aku akan berusaha, selalu berlindung kepadaMu tiap mau tidur (saat mau istirahat) dan saat bangun dari tidur (saat mulai aktifitas)
Ya Allah ! Engkau lah Tuhannya makhluk, lindungilah kami dari dampak negatif yang muncul dari semua yang Kau ciptakan. Terutama, lindungilah kami dari dampak negatifnya Malam apabila telah Gelap, lindungi kami pula dari dampak negatifnya Dukun-dukun yang melakukan aktifitas mereka dan lindungi kami juga dari dampak negatifnya Penghasut apabila meraka melakukan penghasutan.
Ya Allah ! Subhaanaka, Maa Suci Engkau, Antal 'Aliim, Engkaulah yang Paling Pandai di alam ini.
Terima kasih Ya Allah engkau berikan surat Al Falaq ini pada kami. Engkau telah peringatkan kami akan potensi negatif yang muncul dari keberadaan MAkhluk-makhlukMu disamping sisi positip mereka.
Ya Allah ! Aku sadari mengapa Engkau memintaku :
1) Berlindung kepadaMU dari dampak negatip malam apabila telah gelap.
a. Benar ya Allah, sekuat-kuatnya kami menjaga diri dengan datangnya malam, mata kami tidak akan maksimal melihat walaupun banyak lampu yang menerangi, mata kami terbatas jangkauannya di waktu malam
b. Mata kami juga tidak akan kuat selamanya menahan rasa kantuk. Sehingga walaupun kami siap untuk menjaga diri dan harta kami, tetap saja kami harus istirahat dengan datangnya malam. Kami sadari bahwa datangnya malam akan membawa banyak kemungkinan datangnya berbagai penyakit dan mara bahaya yang lain (pencuri, binatang buas dll). Benar Engkau Ya Allah, setiap datangnya malam kami membutuhkan Engkau untuk melindungi kami.
Ya Allah ! aku sadari mengapa Engkau memintaku :
2) berlindung kepadaMu dari dampak negatif Dukun yang beraksi. Aku paham seorang penyihir yang melakukan aktifitasnya untuk menyihir kami tidak akan kami ketahui siapa penyihir itu dari arah mana mereka melakukan sihir itu. Ya Allah ! terima kasih Engkau beritahukan kami betapa lemahnya kami. Lindungi kami ya Allah dari penyihir-penyihir di sekeliling kami yang akan menyebabkan kami jauh dari MU (baik itu dukun, Televisi, media apapun dll)
Ya Allah ! Aku sadari mengapa Engkau juga memintaku :
3) Berlindung kepadaMU dari dampak negatif penghasut yang beraksi dengan hasutannya (Minsy Syarri Haasidin izaa hasad) sama seperti penyihir, penghasut juga sulit untuk dideteksi peronilnya dan kapan melakukan aktivitasnya.
Terima kasih ya Allah, Engkau memberitahu kami tentang hal yang "super bahaya di sekitar kami". Malam, dukun dan penghasut. Jagalah kami selamanya ya Allah dari dampak negatif yang muncul dari ketiganya. (Ya Allah Engkaulah Tuhannya makhluk, Lindungilah kami dari dampak negatif yang muncul akibat ulah makhlukMu, terutama lindungi kami dari dampak negatif
a) malam apabila telah gelap
b) tukang sihir bila melakukan aktifitasnya
c) penghasut apabila melakukan aksinya
Surat Al FALAQ dan AN NAAS :
1. Surat al Falaq, kita meminta perlindungan kepada 1 (satu) nama/sifat Tuhan (ROBBUL FALAQ) untuk meghadapi 3 (tiga) bahaya kehidupan (Malam, penyihir dan penghasut).
2. Surat An Naas, kita meminta perlindungan kepada 3 (tiga) nama/sifat Tuhan (ROBBUN NAAS, MALIKUN NAAS dan ILAAHUNNAAS) untuk menghadapi 1 (satu) bahaya kehidupan (AL WAS WAAS - AL KHONNAAS)
apa maknanya? silakan direnungkan dan sampaikan kepada Allah dan mari kita ajak dialog Allah, mengapa Allah menurunkan kepada kita dua surat itu mudah-mudahan masing-masing kita mendapatkan ilham secara pribadi dari Allah unyuk dapat kita diskusikan bersama-sama.
Sumber: Study Tafsir Ustadz Muhammad Sholahuddin
Jumat, 02 Agustus 2013
KAJIAN JODOH ISLAMI
HADIRILAH DENGAN MENGHARAP RIDHA ALLAH KAJIAN JODOH ISLAMI:
"MENGGAPAI JODOH RAHMATAN LIL 'ALAMIN" oleh Ust. Budi Setiawan | Sabtu 3 Agustus 2013, pk.15.00-18.00 | Masjid Taqwa Al Muhajirin, Jl. LAmongan III/6.Perumnas Sampangan, Semarang | GRATIS UNTUK UMUM DAN DISEDIAKAN TAKJIL | Info: 0815 7588 1412
"MENGGAPAI JODOH RAHMATAN LIL 'ALAMIN" oleh Ust. Budi Setiawan | Sabtu 3 Agustus 2013, pk.15.00-18.00 | Masjid Taqwa Al Muhajirin, Jl. LAmongan III/6.Perumnas Sampangan, Semarang | GRATIS UNTUK UMUM DAN DISEDIAKAN TAKJIL | Info: 0815 7588 1412
Jumat, 05 Juli 2013
SURAT AL MAA UUN (bagian ke -3 )
- Ya Allah ! dengan pertolonganMu hamba akan perbaiki sholat hamba, agar hamba tidak masuk dalam kategori orang yang mendustakan agama
- Ya Allah ! hamba perhatikan ayatMu dalam surat Al Hijr (15) ayat terakhir ("dan sembahlah tuhanMu sampai Al Yaqiin (keyakinan) datang kepadamu") seakan Engkau mengingatkan hamba, tiap gerakan dalam sholat hamba, seharusnya hamba tidak pindah dulu ke gerakan selanjutnya jika pada gerakan semula hamba belum merasa menghadap Engkau.
- Ketika hamba rukuk, seharusnya hamba tidak pindah ke I'tidal jika rukuk yang hamba lakukan belum "nyambung denganMu"
- Ya Allah hamba butuh bantuanMu untuk melakukan itu dengan sempurna. Bantu hamba ya Allah !
PERTAMA : Berusaha untuk menghafal ayat-ayat alquran dengan tujuan untuk dibawa ke sholat. Contoh : menghafalkan surat yasin. Saat hafal 6 ayat, bawa ayat itu pada saat sholat,
misal sholat sunnah subuh. Rakaat pertama membaca surah yasin ayat 1-6 dan di rakaat kedua membaca surat pendek. Selesai sholat berusaha menambah hafalan itu
Ketika sholat di waktu shuhur, Rakaat pertama membaca surat yasin ayat 1 - 7 dan rakaat kedua membaca surat pendek. Setelah sholat berusaha menambah hafalan
Ketika sholat asar, saat rakaat pertama membaca surat yasin 1-7 (lebih baik kalau sudah hafal sampai 8) demikian seterusnya dari waktu ke waktu
KEDUA : Beri waktu khusus dalam satu hari untuk memahami makna bacaan sholat dari takbtir sampai salam, bacaan ruku, bacaan i'tidal dll
KETIGA : Beri waktu juga dalam satu hari untuk memahami tarjamah Al Quran dan Al Hadis dan biasakan setiap kali membaca satu ayat terjemahan selalu mengajak dialog Allah. Agar saat sholat kita terbiasa juga merasa berhadapan dengan Allah swt
(Surat Al Maa uun selesai...)
Sumber: Study Tafsir Ustadz Muhammad Sholahuddin
Kamis, 04 Juli 2013
SURAT AL MAA' UUN (Pengkayaan bagian ke-2)
Setelah membaca penjelasan al maauun bagian 2 kemaren timbul pertanyaan: " Bagaimana cara spy kita bisa menghargai shalat sebagai seutama-utamanya ibadah shg (dalam kaitannya dg ayat ini) tdk mjd riya' dan bs menolong org lain dg barang yg berguna?" Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah:
Coba buka kembali surat al ankabut ayat 45. (1) Allah meminta kita untuk membaca Al Quran. (2) kemudian Allah menyuruh kita untuk mendirikan sholat. Kita bertanya : Yaa Allah mengapa Engkau menyuruhku untuk membaca alquran kemudian engkau menyuruhku untuk sholat. (Allah bertanya : Engkau sudah membaca alquran ?) (kita menjawab : ya Allah saya sudah baca alquran itu) ( Allah : berapa banyak yang telah kau baca? (kita : saya sudah hatam 15 kali). (Allah : RasulKu memberi contoh kepadamu membaca/melafalkan alquran untuk melatih lisan agar fasih kemudian membawa ayat-ayat alquran itu ke dalam sholat. berapa surat dari 114 surat yang ada dalam alquran yang telah kau bawa ke dalam sholatmu?) (ya Allah ! saya mohon ampun, hanya sedikit, saya hafal 20 surat, namun yang saya bawa sholat hanya lima.). MARI KITA PERHATIKAN AYAT BERIKUTNYA. Sholat itu bisa mencegah perbuatan maksiyat yang berat (fahsya') maupun maksiyat yang setengah berat (mungkar). Jadi syarat pertama untuk kita bisa memanfaatkan sholat kita sebagai perisai agar tidak maksiyat adalah berusaha membawa alquran sebanyak mungkin ke dalam sholat (dengan menghafalnya sedikit demi sedikit). Barulah syarat yang kedua, untuk menjadikan sholat kita bermanfaat bagi kita adalah (sebagaimana ayat selanjutnya) Sholat yang kita lakukan harus merupakan ibadah yang lebih utama dibandingkan dengan ibadah yang lain. (mari kita mohon pada Allah agar kita bisa mengambil manfaat setiap sholat yang kita kerjakan)
(bersambung ke surat al maa uun bagian 3)
Sumber: Study Tafsir Ustadz Muhammad Sholahuddin
Coba buka kembali surat al ankabut ayat 45. (1) Allah meminta kita untuk membaca Al Quran. (2) kemudian Allah menyuruh kita untuk mendirikan sholat. Kita bertanya : Yaa Allah mengapa Engkau menyuruhku untuk membaca alquran kemudian engkau menyuruhku untuk sholat. (Allah bertanya : Engkau sudah membaca alquran ?) (kita menjawab : ya Allah saya sudah baca alquran itu) ( Allah : berapa banyak yang telah kau baca? (kita : saya sudah hatam 15 kali). (Allah : RasulKu memberi contoh kepadamu membaca/melafalkan alquran untuk melatih lisan agar fasih kemudian membawa ayat-ayat alquran itu ke dalam sholat. berapa surat dari 114 surat yang ada dalam alquran yang telah kau bawa ke dalam sholatmu?) (ya Allah ! saya mohon ampun, hanya sedikit, saya hafal 20 surat, namun yang saya bawa sholat hanya lima.). MARI KITA PERHATIKAN AYAT BERIKUTNYA. Sholat itu bisa mencegah perbuatan maksiyat yang berat (fahsya') maupun maksiyat yang setengah berat (mungkar). Jadi syarat pertama untuk kita bisa memanfaatkan sholat kita sebagai perisai agar tidak maksiyat adalah berusaha membawa alquran sebanyak mungkin ke dalam sholat (dengan menghafalnya sedikit demi sedikit). Barulah syarat yang kedua, untuk menjadikan sholat kita bermanfaat bagi kita adalah (sebagaimana ayat selanjutnya) Sholat yang kita lakukan harus merupakan ibadah yang lebih utama dibandingkan dengan ibadah yang lain. (mari kita mohon pada Allah agar kita bisa mengambil manfaat setiap sholat yang kita kerjakan)
(bersambung ke surat al maa uun bagian 3)
Sumber: Study Tafsir Ustadz Muhammad Sholahuddin
Rabu, 03 Juli 2013
SURAT AL MAA' UUN (bagian ke-2)
Ya Allah ! ketika memperhatikan ayat 4, 5, 6 dan 7, hamba merasa, betapa hebatnya akibat buruk orang yang tidak serius dalam sholatnya. Yaitu akibat buruk bagi jiwanya. Tahap pertama ia akan mempunyai jiwa pamer (riya') dalam setiap perbuatannya, jika ia tetap tidak mau serius ketika sholat maka akan muncul sifat yang berikutnya yaitu terbentuknya jiwa yang enggan menolong orang dengan barang yang berguna (tidak maksimal dalam menolong orang lain).
Ya Allah ! Hamba jadi teringat dengan ayat Engkau dalam surat Al Ankabut (29) ayat 45 :"....... dan dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. dan sungguh sholat itu adalah seutama-utamanya (ibadah)".
Ya Allah ! di surat Al Ankabut ini, Engkau begitu gamblang menjelaskan, bahwa "ilmu berbuat jelek" yang bersarang dalam jiwa karena seringnya melihat contoh lingkungan yang jelek akan menjadi kenyataan, pribadi ini akan langsung mempraktekkan kejelekan tersebut kalau sholat yang dilakukan orang tersebut tidak maksimal. Kalau ada orang yang menjadikan ibadahnya yang lain lebih baik dari sholatnya, maka perbuatan jelek akan mudah dia lakukan. Ya Allah ! kenyataannya memang begitu, hamba melihat banyak orang yang rajin dalam sholat namun zikir setelah sholat bisa mampu ia lakukan puluhan menit sementara sholatnya hanya beberapa menit. dan hamba banyak melihat, banyak orang yang kesehariannya tetap melakukan sholat namun maksiyat dia jalankan terus. Allah ! apakah ini yang Engkau perlihatkan kepada hamba berkaitan dengat ayat di atas.
Dalam ayat ini Engkau menjelaskan bahwa jika orang mau menjadikan "sholat"nya sebagai ibadah yang paling utama, tentu akan memunculkan pribadi yang jauh dari kemaksiyatan. Terima kasih ya Allah. Mudah-mudahan hamba, saudara-saudara hamba, rekan-rekan hamba termasuk orang yang bisa menghargai sholat sebagai seutama-utamanya ibadah. Amin
Ya Allah ! kembali pada surat Al Maa uun. Hamba masih berfikir, kalau seseorang tidak menghargai sholatnya maka ia akan punya sifat riya', kemudian jika ia tetap tidak menghargai sholat yang ia lakukan maka ia akan menjadi orang yang berjiwa enggan membantu orang lain dengan barang yang berguna. Bagaimana jika ia tetap sholat asal sholat saja?
di tengah-tengah pertanyaan ini muncul, hamba melihat awal ayat ini yaitu : Tahukan kamu orang yang mendustakan agama? (tahukah kamu orang yang menganggap agama sebagai sebuah "kebohongan prinsip" ? menganggap ajaran agama nggak ada apa-apanya, menganggap ajaran agama kalah dengan ajaran manusia?) Ya Allah! hamba terhenyak! akankah ini ya Allah ! Orang yang sudah masuk dalam kejelekan yang kedua (enggan menolong dengan barang yang berguna), jika ia sembarangan dalam sholatnya? ia akan masuk kategori ke tiga : yaitu kelompok orang yang mendustakan agama yaitu : orang yang berani menghardik anak yatim dan ketika ia masih menganggap remeh sholatnya ia akan sampai pada puncak (dari kedholiman)nya, ia akan mempunyai jiwa : tidak mau menganjurkan (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. (subhaanallah! terima kasih ya Allah atas semua nasehat di ayat ini)
(bersambung.......................................)
Sumber: Study Tafsir Ustadz Muhammad Sholahuddin
Ya Allah ! Hamba jadi teringat dengan ayat Engkau dalam surat Al Ankabut (29) ayat 45 :"....... dan dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. dan sungguh sholat itu adalah seutama-utamanya (ibadah)".
Ya Allah ! di surat Al Ankabut ini, Engkau begitu gamblang menjelaskan, bahwa "ilmu berbuat jelek" yang bersarang dalam jiwa karena seringnya melihat contoh lingkungan yang jelek akan menjadi kenyataan, pribadi ini akan langsung mempraktekkan kejelekan tersebut kalau sholat yang dilakukan orang tersebut tidak maksimal. Kalau ada orang yang menjadikan ibadahnya yang lain lebih baik dari sholatnya, maka perbuatan jelek akan mudah dia lakukan. Ya Allah ! kenyataannya memang begitu, hamba melihat banyak orang yang rajin dalam sholat namun zikir setelah sholat bisa mampu ia lakukan puluhan menit sementara sholatnya hanya beberapa menit. dan hamba banyak melihat, banyak orang yang kesehariannya tetap melakukan sholat namun maksiyat dia jalankan terus. Allah ! apakah ini yang Engkau perlihatkan kepada hamba berkaitan dengat ayat di atas.
Dalam ayat ini Engkau menjelaskan bahwa jika orang mau menjadikan "sholat"nya sebagai ibadah yang paling utama, tentu akan memunculkan pribadi yang jauh dari kemaksiyatan. Terima kasih ya Allah. Mudah-mudahan hamba, saudara-saudara hamba, rekan-rekan hamba termasuk orang yang bisa menghargai sholat sebagai seutama-utamanya ibadah. Amin
Ya Allah ! kembali pada surat Al Maa uun. Hamba masih berfikir, kalau seseorang tidak menghargai sholatnya maka ia akan punya sifat riya', kemudian jika ia tetap tidak menghargai sholat yang ia lakukan maka ia akan menjadi orang yang berjiwa enggan membantu orang lain dengan barang yang berguna. Bagaimana jika ia tetap sholat asal sholat saja?
di tengah-tengah pertanyaan ini muncul, hamba melihat awal ayat ini yaitu : Tahukan kamu orang yang mendustakan agama? (tahukah kamu orang yang menganggap agama sebagai sebuah "kebohongan prinsip" ? menganggap ajaran agama nggak ada apa-apanya, menganggap ajaran agama kalah dengan ajaran manusia?) Ya Allah! hamba terhenyak! akankah ini ya Allah ! Orang yang sudah masuk dalam kejelekan yang kedua (enggan menolong dengan barang yang berguna), jika ia sembarangan dalam sholatnya? ia akan masuk kategori ke tiga : yaitu kelompok orang yang mendustakan agama yaitu : orang yang berani menghardik anak yatim dan ketika ia masih menganggap remeh sholatnya ia akan sampai pada puncak (dari kedholiman)nya, ia akan mempunyai jiwa : tidak mau menganjurkan (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. (subhaanallah! terima kasih ya Allah atas semua nasehat di ayat ini)
(bersambung.......................................)
Sumber: Study Tafsir Ustadz Muhammad Sholahuddin
Selasa, 02 Juli 2013
SURAT AL MAA UUN (bagian ke-1)
Aro aital ladzii Yukadz dzibu bid diiin
............. Tahukah kamu orang yang mendustakan agama ?
Fa dzaalikal ladzii Yadu' ul yatiiim
............. itulah orang yang mengahardik anak yatim
Walaa yachudh dhu alaa Tho aa mil miskiiin
............. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
Fawailul lil Mushol liin,
............. Maka celakalah orang-orang yang sholat
alladzii nahum an sholaaatihim saahuun
............. Yaitu orang-orang yang lalai dalam sholat mereka
al ladziinahum Yuroo uuun
............. Yang mereka itu suka pamer
wa yam na uu nal maa uuun
............. dan enggan untuk menolong dengan barang yang berguna
[QS. Al Maa uun : 1-7]
1) Ya Allah ! melihat keseluruhan ayat-ayat di surat ini, mata hamba tertuju pada ucapanMu : (Celakalah orang-orang yang sholat...........), ya Allah ! ada juga ya, orang yang sudah capek-capek melakukan sholat, sudah meluangkan waktunya untuk sholat, Engkau sebut ia celaka. MEngapa Ya Allah ? Apakah memang ini fokus ayat ini?
2) Ya Allah ! jika hamba melihat surat tersebut dan hamba mulai dari ayat ini, hamba mendapati Engkau menjelaskan kepada hamba sedikit demi sedikit perilaku orang yang sholat namun KAu golongkan ia celaka.
Yang pertama Engkau menjelaskan, orang yang celaka dalam sholatnya karena ia lalai terhadap sholatnya itu.
Kemudian Engkau memberikan contoh orang yang lalai terhadap sholatnya yaitu mereka yang mempunyai jiwa "riya" (jika berbuat sesuatu ia ingin agar orang-orang di lingkungannya melihat perbuatannya untuk segera ia mendapat pujian).
Ya Allah kalau yang Engkau contohkan orang yang lalai dalam sholatnya adalah orang yang suka pamer, bantu hamba ya Allah ! agar "rasa" itu tidak melekat pada diri hamba. Sebab kadang hamba merasakan ini pada diri hamba pada beberapa perbuatan hamba. Ya Allah ! hamba mohon kikis habis perasaan itu ya Allah agar hamba tidak masuk dalam pintu kejelakan yang berikutnya.
Pada ayat berikutnya Engkau memberitahu hamba tentang perilaku orang yang dikatakan lalai dalam sholatnya, yaitu enggan untuk menolong orang lain dengan barang yang berguna.
Ya Allah ! perilaku yang pertama, berlaku pamer, kembali pada diri orang yang pamer. Tidak berhubungan langsung dengan lingkungan. Namun perilaku yang kedua ini, sudah berhubungan langsung dengan lingkungan, dengan orang-orang yang harusnya dia tolong.
Ya Allah ! ada kesan pada diri hamba, bahwa ENgkau memberitahu hamba kalau hamba tidak serius dalam sholat hamba, hamba tidak merasakan ada manfaat dari sholat yang hamba lakukan, kalau hamba hanya sekedar sholat saja, maka hamba akan mempunyai jiwa pamer dalam setiap prilaku hamba. Kalau hamba terus tidak peduli terhadap adanya manfaat sholat yang hamba kerjakan hamba akan mempunyai jiwa lebih jelek dari pamer, yaitu tidak menolong orang dengan maksimal. Yang penting sudah menolong padahal yang ditolong belum bisa sampai pada selesainya masalahnya.
Ya Allah bantu hamba agar hamba tidak menyepelekan sholat yang hamba lakukan agar hamba tidak mempunyai dua sifat yang Engkau ceritakan di atas, yaitu suka pamer dan enggan menolong orang dengan barang yang berguna atau enggan menolong orang dengan maksimal, hanya sekedar menolong.
(bersambung......................................................)
Sumber: Study Tafsir Ustadz Muhammad Sholahuddin
............. Tahukah kamu orang yang mendustakan agama ?
Fa dzaalikal ladzii Yadu' ul yatiiim
............. itulah orang yang mengahardik anak yatim
Walaa yachudh dhu alaa Tho aa mil miskiiin
............. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
Fawailul lil Mushol liin,
............. Maka celakalah orang-orang yang sholat
alladzii nahum an sholaaatihim saahuun
............. Yaitu orang-orang yang lalai dalam sholat mereka
al ladziinahum Yuroo uuun
............. Yang mereka itu suka pamer
wa yam na uu nal maa uuun
............. dan enggan untuk menolong dengan barang yang berguna
[QS. Al Maa uun : 1-7]
1) Ya Allah ! melihat keseluruhan ayat-ayat di surat ini, mata hamba tertuju pada ucapanMu : (Celakalah orang-orang yang sholat...........), ya Allah ! ada juga ya, orang yang sudah capek-capek melakukan sholat, sudah meluangkan waktunya untuk sholat, Engkau sebut ia celaka. MEngapa Ya Allah ? Apakah memang ini fokus ayat ini?
2) Ya Allah ! jika hamba melihat surat tersebut dan hamba mulai dari ayat ini, hamba mendapati Engkau menjelaskan kepada hamba sedikit demi sedikit perilaku orang yang sholat namun KAu golongkan ia celaka.
Yang pertama Engkau menjelaskan, orang yang celaka dalam sholatnya karena ia lalai terhadap sholatnya itu.
Kemudian Engkau memberikan contoh orang yang lalai terhadap sholatnya yaitu mereka yang mempunyai jiwa "riya" (jika berbuat sesuatu ia ingin agar orang-orang di lingkungannya melihat perbuatannya untuk segera ia mendapat pujian).
Ya Allah kalau yang Engkau contohkan orang yang lalai dalam sholatnya adalah orang yang suka pamer, bantu hamba ya Allah ! agar "rasa" itu tidak melekat pada diri hamba. Sebab kadang hamba merasakan ini pada diri hamba pada beberapa perbuatan hamba. Ya Allah ! hamba mohon kikis habis perasaan itu ya Allah agar hamba tidak masuk dalam pintu kejelakan yang berikutnya.
Pada ayat berikutnya Engkau memberitahu hamba tentang perilaku orang yang dikatakan lalai dalam sholatnya, yaitu enggan untuk menolong orang lain dengan barang yang berguna.
Ya Allah ! perilaku yang pertama, berlaku pamer, kembali pada diri orang yang pamer. Tidak berhubungan langsung dengan lingkungan. Namun perilaku yang kedua ini, sudah berhubungan langsung dengan lingkungan, dengan orang-orang yang harusnya dia tolong.
Ya Allah ! ada kesan pada diri hamba, bahwa ENgkau memberitahu hamba kalau hamba tidak serius dalam sholat hamba, hamba tidak merasakan ada manfaat dari sholat yang hamba lakukan, kalau hamba hanya sekedar sholat saja, maka hamba akan mempunyai jiwa pamer dalam setiap prilaku hamba. Kalau hamba terus tidak peduli terhadap adanya manfaat sholat yang hamba kerjakan hamba akan mempunyai jiwa lebih jelek dari pamer, yaitu tidak menolong orang dengan maksimal. Yang penting sudah menolong padahal yang ditolong belum bisa sampai pada selesainya masalahnya.
Ya Allah bantu hamba agar hamba tidak menyepelekan sholat yang hamba lakukan agar hamba tidak mempunyai dua sifat yang Engkau ceritakan di atas, yaitu suka pamer dan enggan menolong orang dengan barang yang berguna atau enggan menolong orang dengan maksimal, hanya sekedar menolong.
(bersambung......................................................)
Sumber: Study Tafsir Ustadz Muhammad Sholahuddin
Langganan:
Postingan (Atom)